ilustrasi menghitung anggaran (pexels.com/Kaboompics.com)
Ketika menghadapi masalah finansial yang lebih kompleks, kamu juga gak mesti menyelesaikannya sendirian. Surya Kolluri dari TIAA Institute menjelaskan bahwa saat ini banyak perusahaan menyediakan program edukasi keuangan, fasilitas perencanaan pensiun, hingga berbagai sumber belajar yang bisa dimanfaatkan karyawan. Memanfaatkan fasilitas tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman keuangan tanpa harus belajar dari nol sendirian.
Ia juga menyarankan agar kamu fokus mempelajari materi yang paling sesuai dengan kondisi hidup saat ini. Misalnya, jika masih berada di awal karier, prioritaskan belajar tentang kebiasaan menabung, pengelolaan anggaran, dan investasi jangka panjang. Dengan pendekatan yang lebih terarah, kamu gak akan kewalahan mempelajari semua hal sekaligus, sementara manfaatnya tetap bisa langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa rendahnya literasi keuangan bukan hanya berdampak pada kondisi finansial, tapi juga dapat menghabiskan banyak waktu setiap minggu. Semakin sering kamu dipusingkan oleh tagihan, utang, atau keputusan keuangan yang terus tertunda, semakin besar pula waktu dan energi yang terbuang.
Kabar baiknya, kebiasaan sederhana seperti membangun dana darurat, mengotomatisasi pembayaran, dan mempelajari materi keuangan yang relevan sudah bisa memberikan perubahan besar. Jadi, mulai tingkatkan literasi keuanganmu dari sekarang agar bukan hanya uang yang lebih terkelola, tapi juga waktumu menjadi jauh lebih berharga.