Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Survei BI: Penghimpunan DPK Perbankan Diproyeksi Tetap Tumbuh di Q4

2 min read
Survei BI: Penghimpunan DPK Perbankan Diproyeksi Tetap Tumbuh di Q4
Ilustrasi Perbankan. (IDN Times/Anjani Asra)
  • BI memproyeksikan penghimpunan DPK perbankan tetap tumbuh pada kuartal IV 2026, dengan SBT ytd 89,76 persen, naik dari kuartal sebelumnya namun di bawah kuartal IV 2025.
  • Tabungan diperkirakan menjadi instrumen DPK dengan pertumbuhan tertinggi ber-SBT 90,29 persen, disusul giro 89,64 persen, sementara deposito melambat dengan SBT 28,74 persen.
  • Penyaluran kredit baru diproyeksikan meningkat dengan SBT 91,31 persen, diprioritaskan ke kredit modal kerja; pertumbuhan outstanding kredit 2026 diperkirakan 8,20 persen yoy.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memprakirakan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan tetap tumbuh pada kuartal IV 2026. Pertumbuhan terutama ditopang oleh instrumen tabungan dan giro, sementara deposito diprakirakan melambat.

Berdasarkan Survei Perbankan BI, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penghimpunan DPK secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (ytd) pada kuartal IV 2026 tercatat sebesar 89,76 persen.

"Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil survei pada kuartal III 2026 yang sebesar 87,52 persen. Namun, SBT penghimpunan DPK masih lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencapai 93,97 persen," tulis BI dalam laporan survei perbankan, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Tabungan diperkirakan catat pertumbuhan tertinggi

    ilustrasi rekening (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi rekening (IDN Times/Aditya Pratama)

    Berdasarkan jenis instrumennya, tabungan diperkirakan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan SBT sebesar 90,29 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil survei pada kuartal III 2026.

    Giro juga diperkirakan tumbuh lebih tinggi, dengan SBT sebesar 89,64 persen. Sebaliknya, pertumbuhan deposito diprakirakan melambat, tecermin dari SBT sebesar 28,74 persen.

  2. 2. Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru yang mencapai 91,31 persen

    Ilustrasi Bank (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Bank (IDN Times/Arief Rahmat)

    Di samping itu, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit baru perbankan meningkat pada kuartal IV 2026. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru yang mencapai 91,31 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2026 sebesar 90,08 persen.

    Berdasarkan Survei Perbankan BI, SBT penyaluran kredit baru pada kuartal IV 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 88,92 persen.

    "Dari sisi jenis kredit, Kredit Modal Kerja (KMK) diperkiraman masih menjadi prioritas utama perbankan dalam menyalurkan kredit baru. Prioritas berikutnya adalah Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi," tulis BI.

  3. 3. Rincian komponen kredit

    Ilustrasi kredit (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi kredit (IDN Times/Arief Rahmat)

    Pada segmen kredit konsumsi, Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, disusul Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

    Sementara itu, berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit baru diprakirakan paling besar mengalir ke sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan.

    Meski penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat, responden survei memperkirakan pertumbuhan outstanding kredit hingga akhir 2026 sebesar 8,20 persem secara tahunan (year on year/yoy).

    Perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil survei sebelumnya yang sebesar 7,51 persen yoy. Namun, angka itu masih di bawah realisasi pertumbuhan kredit sepanjang 2025 yang mencapai 9,69 persen yoy.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More