ilustrasi newborn, anak bayi (pexels.com/Foden Nguyen)
Memiliki anak membawa berbagai kebutuhan finansial yang harus dipersiapkan sejak awal, salah satunya biaya pengasuhan. Berdasarkan data U.S. Department of Labor, keluarga di Amerika Serikat menghabiskan sekitar 8,9 hingga 16 persen dari pendapatan median mereka untuk penitipan anak penuh waktu bagi satu anak. Angka tersebut tentu bisa terasa berat ketika penghasilan juga harus digunakan untuk tempat tinggal, makanan, transportasi, pendidikan, dan kebutuhan lainnya. Dalam kondisi tertentu, biaya pengasuhan bahkan bisa menjadi salah satu pertimbangan seseorang ketika merencanakan jumlah anak.
U.S. Department of Labor mencatat rata-rata keluarga Amerika mengeluarkan hampir 15.600 dolar AS atau sekitar Rp279,2 juta per tahun untuk kebutuhan tersebut. Keluarga dengan kekayaan besar memiliki pilihan lebih banyak karena dapat membayar pengasuh pribadi, seperti nanny atau babysitter, sehingga kebutuhan pengasuhan bisa dialihkan kepada tenaga profesional. Sementara itu, keluarga dengan anggaran terbatas mungkin harus mengandalkan anggota keluarga, mengurangi jam kerja, atau mencari alternatif penitipan yang lebih murah. Perbedaan pilihan inilah yang membuat pengalaman membesarkan anak bisa terasa sangat berbeda berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.
Kenaikan biaya hidup pada akhirnya membuat banyak hal yang dulu terasa biasa berubah menjadi pengeluaran yang harus dihitung dengan cermat. Makan di restoran, bersenang-senang bersama teman, memperoleh layanan kesehatan mental, memiliki rumah, hingga membayar pengasuhan anak semuanya membutuhkan ruang finansial yang cukup.
Data dari Amerika Serikat ini menunjukkan bahwa biaya menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan akses seseorang terhadap berbagai kebutuhan tersebut. Jadi, ketika kamu melihat seseorang mulai mengurangi aktivitas tertentu, belum tentu mereka gak ingin menikmatinya, bisa saja kondisi keuangan memang membuat pilihan mereka menjadi lebih terbatas.