CEO PT Telkom Indonesia (Persero), Dian Siswarini dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Di sisi lain, Dian menegaskan peluang selalu ada dalam setiap situasi, termasuk di tengah kondisi yang sulit sekalipun. Namun, peluang tersebut tidak datang dengan sendirinya dan perlu dicari secara aktif.
"Di setiap situasi, even though di situasi susah, opportunity akan selalu muncul. Tapi tentu datangnya tidak tiba-tiba dan gratisan, harus selalu mencari ceruk opportunity itu," kata Dian.
Khusus bagi perempuan dan calon pemimpin masa depan, Dian mendorong agar mereka berani mengambil kesempatan yang ada. Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang sangat baik bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil peran yang lebih besar.
"Untuk para perempuan, future female leader, saya encourage kesempatan untuk perempuan sekarang luar biasa besar. Kita harus percaya kita punya kapabilitas dan kapasitas, gunakan your capacity and capability semaksimal mungkin," ujar Dian.
Menurut Dian, kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki perempuan perlu dimanfaatkan secara optimal, bukan hanya disimpan.
Selain berbicara mengenai kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia, Dian juga menyoroti pentingnya membangun fondasi yang kuat bagi industri digital finance. Menurutnya, layanan keuangan digital tidak hanya bergantung pada tampilan aplikasi yang mulus, tetapi juga didukung sejumlah infrastruktur penting di balik layar.
"Kalau untuk digital finance, sebetulnya di bawah layar aplikasi ada sesuatu yang sangat penting. Customer ingin akses yang lancar dan tanpa gangguan," kata Dian.
Menurutnya, fondasi pertama adalah jaringan yang andal dan kuat. Jaringan tersebut harus tersedia di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pengguna karena gangguan koneksi, bahkan hanya dalam hitungan detik saat transaksi berlangsung, dapat berdampak signifikan.
Fondasi kedua adalah keamanan. Dian menegaskan aspek keamanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam layanan keuangan dan transaksi digital.
"Kalau bicara finance dan transaksi, masalah security jadi sangat krusial. Kita memastikan bisa memberikan akses yang bisa dipercaya, safe, dan tahan terhadap cyber attack. Cyber attack itu terjadi tiap hari dan jutaan datangnya," ujarnya.
Ia menambahkan, pelanggan juga berhak mendapatkan perlindungan atas data pribadi mereka. Kepercayaan pengguna terhadap layanan keuangan digital sangat bergantung pada kekuatan sistem keamanan yang dimiliki penyedia layanan.
Fondasi ketiga adalah ketersediaan daya komputasi (computing power) yang memadai dan didukung sistem cadangan (backup) yang andal. Dengan demikian, layanan tetap dapat berjalan meski terjadi gangguan pada sistem utama.
Terakhir, Dian menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi yang lebih maju, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, AI tidak hanya menjadi tren, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan deteksi sekaligus menghadirkan layanan yang lebih personal bagi pelanggan.
"Harus punya teknologi lebih maju seperti AI, jadi bisa memberikan deteksi dan servis yang lebih baik, lebih personalized pada pelanggan," ucap Dian.