Prabowo Resmikan Pabrik Motor Listrik, Produksi 20 Ribu Unit Setahun

- Presiden Prabowo meresmikan Motor Listrik Nasional dan ekosistem pendukungnya di fasilitas ALVA, Cikarang, sambil meninjau proses produksi serta expo kendaraan listrik.
- Prabowo menandatangani plakat kapasitas produksi ALVA 20 ribu unit per tahun dan menekankan kolaborasi swasta, BUMN, pelaku usaha, serta akademisi untuk penguasaan teknologi.
- Pemerintah akan mengupayakan bunga cicilan rendah dan pembelian tanpa uang muka; Prabowo menyebut motor listrik dapat menghemat biaya mobilitas harian minimal 50 persen.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri nasional.
Dalam kunjungan ke pabrik, Prabowo lebih dulu melihat langsung proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Setelah itu, dia meninjau area ekspo yang menampilkan sejumlah unsur pendukung ekosistem kendaraan listrik.
Prabowo juga menandatangani plakat produksi ALVA dengan kapasitas 20 ribu unit. Produksi tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan industri motor listrik di dalam negeri.
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan MoLiNas. Dia menyebut kolaborasi perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku usaha, hingga akademisi memiliki peran penting dalam membangun kemampuan nasional di bidang sains dan teknologi.
“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, kerja sama lintas sektor tersebut mencerminkan semangat Indonesia Incorporated. Konsep itu dinilai penting untuk membangun kekuatan nasional melalui penguasaan teknologi dan kemampuan menghasilkan produk sendiri.
“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil,” ucap dia.
Prabowo juga menyinggung upaya pemerintah menekan biaya kepemilikan kendaraan listrik bagi masyarakat. Pemerintah akan mendorong skema pembiayaan dengan bunga cicilan yang lebih rendah serta mengupayakan pembelian motor listrik tanpa uang muka.
“Jadi saudara-saudara, selamat. Dan untuk yang lain, Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung. Tadi kita bicarakan, Menteri Keuangan tidak akan terlalu suka tapi ya ini ujungnya you akan juga suka, di ujungnya. Kita akan turunkan apa itu? Bunga. Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat! Kemudian kita usahakan tidak pakai DP (uang muka)," kata dia.
Selain pembiayaan, Prabowo menyoroti efisiensi penggunaan motor listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Menurut perhitungan yang disampaikan, penggunaan motor listrik dapat memangkas pengeluaran mobilitas harian hingga setidaknya separuh.
“Jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri. Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak gitu, minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujar dia.
Prabowo juga mengingatkan perkembangan kebijakan kendaraan rendah emisi di berbagai negara. Dia menilai perubahan menuju kendaraan listrik akan semakin kuat seiring penerapan kebijakan lingkungan, termasuk potensi pemberlakuan pajak karbon.
“Dan nanti mungkin karena ini sudah kebutuhan dunia, jadi ada namanya carbon tax. Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya, tapi tenang aja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikitlah ya kan. Kalau TNI-Polri maunya enggak bayar aja terus" kata dia.





















