Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Memilih Kadar Emas untuk Investasi agar Tidak Salah Pilih
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
  • Investasi emas makin populer, tapi penting memahami perbedaan kadar 18–24 karat karena memengaruhi nilai jual dan keuntungan jangka panjang.
  • Pemilihan emas sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, memperhatikan sertifikat keaslian, serta mengutamakan kualitas dibanding harga murah atau desain menarik.
  • Membeli emas di toko bereputasi baik membantu menjaga keamanan transaksi dan memastikan kadar emas sesuai standar untuk hasil investasi yang lebih aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, investasi emas semakin diminati karena dianggap lebih aman dan mudah untuk pemula. Namun, gak sedikit orang yang justru bingung saat melihat pilihan kadar emas mulai dari 18 karat hingga 24 karat. Apalagi, banyak yang langsung membeli tanpa memahami perbedaan kadar emas untuk investasi jangka panjang.

Di sisi lain, memilih kadar emas yang kurang tepat bisa mempengaruhi nilai jual kembali dan keuntungan yang didapat nantinya. Meski begitu, ternyata menentukan kadar emas untuk investasi gak sesulit yang dibayangkan kalau kamu tahu poin penting yang perlu diperhatikan.

Jadi, supaya gak salah pilih dan investasi terasa lebih aman, simak beberapa tips memilih kadar emas berikut ini, yuk!

1. Pahami dulu perbedaan kadar emas sebelum membeli

ilustrasi emas dalam berbagai ukuran (pexels.com/Michael Steinberg)

Banyak orang terburu-buru membeli emas saat harganya naik karena takut kehilangan momentum investasi. Padahal, kadar emas memiliki pengaruh besar terhadap nilai investasi dan potensi harga jualnya saat dijual kembali di masa depan. Emas 24 karat umumnya memiliki kandungan emas paling murni sehingga lebih sering dipilih sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Sementara itu, emas 18 atau 22 karat biasanya dicampur dengan logam lain supaya teksturnya lebih kuat dan tidak mudah rusak saat dijadikan perhiasan. Kondisi ini sering membuat pembeli pemula bingung karena menganggap semua jenis emas memiliki keuntungan yang sama. Karena itu, memahami perbedaan kadar emas sejak awal bisa membantu kamu menentukan pilihan yang lebih sesuai dengan tujuan investasi.

2. Jangan mudah tergoda model perhiasan yang menarik

ilustrasi perhiasan (magnific.com/bearfotos)

Saat datang ke toko emas, banyak orang lebih tertarik melihat model perhiasan yang cantik dibanding memperhatikan kadar emasnya. Padahal, perhiasan dengan desain yang lebih detail dan rumit umumnya memiliki ongkos pembuatan cukup tinggi sehingga kurang efektif dijadikan instrumen investasi. Apalagi, biaya tambahan tersebut biasanya tidak masuk dalam perhitungan harga ketika emas dijual kembali, sehingga nilai yang diterima bisa lebih rendah dari perkiraan. 

Di sisi lain, emas batangan atau perhiasan dengan desain sederhana cenderung memiliki nilai jual yang lebih stabil. Hal seperti ini sering baru disadari setelah seseorang mencoba menjual emasnya dan mendapatkan harga yang jauh berbeda dari harga beli. Supaya tidak kecewa di kemudian hari, sebaiknya prioritaskan kadar dan nilai emas dibanding sekadar tampilan luarnya.

3. Sesuaikan kadar emas dengan tujuan investasimu

ilustrasi emas sebagai safe haven (pexels.com/Michael Steinberg)

Tidak semua orang membeli emas dengan alasan dan kebutuhan yang sama. Ada yang menjadikannya sebagai simpanan darurat untuk kondisi mendesak, sementara itu sebagian lainnya memilih emas sebagai aset investasi jangka panjang yang nilainya cenderung stabil. Jika tujuanmu benar-benar untuk investasi, emas 24 karat biasanya lebih direkomendasikan karena memiliki kadar emas paling tinggi dan nilai jual yang lebih kompetitif.

Meski begitu, tidak sedikit orang yang tetap memilih emas 22 karat karena dianggap lebih praktis untuk digunakan sebagai perhiasan tanpa mengurangi nilai simpanannya. Perbedaan kebutuhan inilah yang membuat pilihan kadar emas bisa berbeda pada setiap orang. Karena itu, penting untuk menentukan tujuan investasi sejak awal agar tidak salah memilih jenis emas.

4. Perhatikan sertifikat dan keaslian emas sebelum membeli

ilustrasi emas untuk investasi jangka panjang (pexels.com/Michael Steinberg)

Belakangan ini, membeli emas secara online semakin diminati karena prosesnya lebih praktis, cepat, dan bisa dilakukan kapan saja. Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko mendapatkan emas palsu atau produk dengan kadar yang tidak sesuai juga menjadi lebih tinggi jika pembeli kurang teliti. Apalagi, masih ada penjual yang tidak mencantumkan informasi lengkap mengenai sertifikat, kadar emas, hingga detail keaslian produk yang ditawarkan.

Selain, emas yang memiliki sertifikat resmi biasanya lebih mudah dijual kembali karena keasliannya sudah terjamin. Banyak orang baru menyadari pentingnya sertifikat setelah mengalami kesulitan saat ingin menjual emasnya di toko lain. Jadi, sebelum membeli, pastikan kamu selalu memeriksa keaslian produk dan memilih penjual yang terpercaya.

5. Jangan hanya fokus pada harga emas yang murah

ilustrasi menabung emas untuk investasi jangka panjang (pexels.com/Robert Lens)

Harga emas yang lebih murah memang sering terlihat menarik dan menguntungkan saat pertama kali dibeli. Namun, di balik harga yang rendah, bisa saja terdapat kadar emas yang lebih kecil, kualitas yang berbeda, atau potongan biaya tertentu yang jarang disadari pembeli. Bahkan, masih banyak orang membeli emas hanya karena tergiur harga hemat tanpa memeriksa detail kandungan emas maupun potensi nilai jual kembalinya di kemudian hari.

Akibatnya, keuntungan investasi yang diharapkan justru tidak sesuai ekspektasi saat emas dijual kembali. Sementara itu, emas dengan harga sedikit lebih tinggi kadang memiliki kualitas dan kadar yang lebih baik untuk investasi jangka panjang. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan kualitas emas, bukan hanya tergoda selisih harga yang terlihat lebih hemat.

6. Pilih tempat membeli emas yang punya reputasi baik

Situasi salah satu toko emas di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Masih banyak orang membeli emas tanpa pertimbangan matang hanya karena tertarik promo, potongan harga, atau penawaran yang terlihat menguntungkan. Padahal, tempat membeli emas memiliki peran penting dalam menentukan keamanan transaksi, keaslian produk, hingga kejelasan kadar emas yang ditawarkan. Biasanya, toko emas terpercaya akan memberikan informasi produk secara detail serta menyediakan sertifikat resmi agar pembeli merasa lebih aman saat berinvestasi.

Selain itu, reputasi penjual juga bisa memudahkan proses jual kembali jika suatu saat kamu membutuhkan dana cepat. Di sisi lain, membeli emas di tempat yang kurang jelas bisa meningkatkan risiko mendapatkan produk dengan kadar yang tidak sesuai. Supaya investasi terasa lebih aman, sebaiknya pilih penjual atau toko emas yang sudah memiliki reputasi baik dan banyak ulasan positif.

Memilih kadar emas untuk investasi bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang memahami kualitas, tujuan penggunaan, dan potensi nilai jualnya di masa depan. Karena itu, penting untuk lebih teliti saat melihat kadar emas, sertifikat, hingga tempat membelinya agar investasi terasa lebih aman dan menguntungkan. Jadi, sebelum membeli emas lagi, pastikan kamu sudah tahu kadar mana yang paling cocok untuk kebutuhan investasimu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article