Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan, Purbaya Klaim Kinerjanya Membaik

- Pemerintah memutuskan Bea Cukai tidak jadi dibubarkan setelah kinerjanya dinilai membaik berkat pembenahan internal dan rotasi pegawai di posisi strategis.
- Penerimaan Bea Cukai naik sekitar 6 persen, sementara penyelundupan barang dan peredaran rokok ilegal menurun berkat peningkatan penindakan di lapangan.
- Pemerintah kini menahan kendaraan pengangkut barang ilegal untuk meningkatkan efek jera, menggantikan kebijakan lama yang hanya menyita barangnya.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak jadi dibubarkan setelah pemerintah melihat adanya perbaikan kinerja. Dia menyebut pembenahan internal telah dilakukan.
"Bea Cukai progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulanglah pegawai-pegawai di sana, dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinannya sudah orang-orang yang relatif baik, lebih baik, dan mereka tahu kalau mereka nggak baik mereka akan dibubarkan," katanya dalam konferensi pers, Selasa (21/7/2026).
1. Penerimaan Bea Cukai tumbuh dan penyelundupan menurun

Purbaya menyebut penerimaan Bea Cukai mengalami pertumbuhan sekitar 6 persen. Selain itu, dia melihat peredaran barang selundupan, termasuk balpres atau pakaian bekas impor ilegal mulai berkurang di pasar.
Dia juga menyampaikan Bea Cukai semakin aktif melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Menurutnya, jumlah penangkapan terhadap pelanggaran cukai tersebut meningkat.
"Sekarang kalau kita lihat di pasar, balpres sudah berkurang banyak, barang selundupan udah berkurang banyak, terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal," tuturnya.
2. Truk pengangkut barang ilegal mulai ikut ditahan

Purbaya mengatakan pemerintah mengubah pendekatan dalam menangani praktik penyelundupan. Sebelumnya, kendaraan yang membawa barang ilegal hanya dilepas setelah barang ilegalnya disita.
Pola tersebut membuat biaya bagi pelaku ilegal menjadi rendah karena risiko yang ditanggung hanya kehilangan barang jika tertangkap. Kini, pemerintah menerapkan kebijakan agar kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang ilegal ikut ditahan hingga prosesnya dinyatakan selesai.
"Sekarang kita ubah aturannya, aturannya kita ubah sedikit lah. Setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktik ilegal, tahan dulu sampai clear betul, tapi saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal itu menjadi mahal," katanya.
3. Awalnya ada wacana Bea Cukai diganti swasta

Purbaya pernah mengungkapkan adanya wacana serius untuk membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai jika kinerja institusi tersebut tidak segera diperbaiki.
Purbaya menjelaskan wacana tersebut bukanlah karena dirinya kesal, melainkan untuk mendorong keseriusan seluruh pihak di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam membenahi DJBC. Hal itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Jika perbaikan tidak berhasil, Purbaya menyatakan sistem pengecekan kepabeanan akan kembali dijalankan oleh pihak swasta. Dia mencontoh praktik yang pernah dilakukan pada era Orde Baru oleh Société Générale de Surveillance (SGS).
"Kita memerlukan keseriusan dari kita semua di Kementerian Keuangan untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai. Jadi, sempat ada wacana kalau kita tidak bisa memperbaiki kinerja bea cukai, maka akan dijalankan seperti tahun dulu, waktu jaman orde baru, SGS yang menjalankan pengecekan dicustom kita," katanya.





![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu akan Menjadi Miliarder? Cek di Quiz Ini!](https://image.idntimes.com/post/20220713/fromandroid-ce0d4472c42654a331fe783d6c694d5b.jpg)



![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Ini, Kami Tebak Potensi Kariermu](https://image.idntimes.com/post/20260418/1000232033_f37515da-3b65-41de-a721-1bb5306f1320.jpg)








