Rupiah Menguat ke Rp17.888 di Tengah Sentimen AS-Iran

- Rupiah menguat 60 poin ke Rp17.888 per dolar AS, didorong meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Sentimen positif diperkuat oleh arus modal asing yang terus masuk ke pasar keuangan Indonesia, menambah dukungan bagi penguatan rupiah.
- Sebelumnya, serangan balasan Iran melukai hampir 100 tentara AS dan memicu respons pertahanan dari Kuwait, Bahrain, serta Yordania.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026) sore.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda terpantau menguat 60 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.888 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Sinyal negosiasi AS-Iran beri angin segar ke pasar
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan rupiah menguat terhadap dolar AS dipicu oleh meredanya ketegangan politik atau tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng).
Menurut penjelasannya, sentimen positif tersebut muncul menyusul adanya laporan pihak AS dan Iran telah mengisyaratkan kesediaan mereka untuk kembali duduk bersama dan melakukan negosiasi.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh meredanya tensi geopolitik di Timteng menyusul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan negosiasi," kata dia.
2. Arus modal deras mengalir ke pasar uang Indonesia
Selain didorong oleh kabar potensi perdamaian global, Lukman menyebutkan pergerakan mata uang Garuda tersebut juga mendapatkan topangan kuat dari faktor internal.
Dia menjelaskan rupiah terus didukung oleh aliran dana asing atau capital inflow yang masih konsisten masuk kembali ke pasar keuangan Indonesia.
"Rupiah juga didukung oleh dana asing yang masih terus kembali masuk ke pasar Indonesia," ujar dia.
3. Serangan balasan Iran sebelumnya lukai puluhan tentara AS
Dilansir dari Guardian, sebelumnya Pentagon menyampaikan hampir 100 personel militer AS luka-luka selama dua pekan terakhir akibat meningkatnya serangan terhadap Iran, menyusul aksi balasan Teheran pada malam kesepuluh berturut-turut.
Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan fasilitas militer AS, termasuk radar dan sistem pertahanan udara di Bahrain serta Kuwait, sementara satu kapal tanker di Selat Hormuz diserang proyektil hingga memaksa awak kapal menaiki sekoci.
Pemerintah Kuwait, Bahrain, dan Yordania mengonfirmasi telah mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menangkal serangan tersebut.




![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu akan Menjadi Miliarder? Cek di Quiz Ini!](https://image.idntimes.com/post/20220713/fromandroid-ce0d4472c42654a331fe783d6c694d5b.jpg)




![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Ini, Kami Tebak Potensi Kariermu](https://image.idntimes.com/post/20260418/1000232033_f37515da-3b65-41de-a721-1bb5306f1320.jpg)









