Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan portofolionya mencatat lebih dari seribu transaksi saham sepanjang Juli 2026. Penjualan saham mencapai lebih dari 700 transaksi, sedangkan pembeliannya tercatat sekitar 400 transaksi.
Microsoft menjadi aset yang paling banyak dijual dengan nilai mencapai 6,5 juta dolar AS (setara sekitar Rp116 miliar) hingga 31 juta dolar AS (setara sekitar Rp553 miliar), sementara pembeliannya berada di kisaran 165 ribu dolar AS (setara sekitar Rp2,94 miliar) hingga 400 ribu dolar AS (setara sekitar Rp7,14 miliar).
Sorotan mengenai potensi konflik kepentingan mendapat tanggapan resmi dari pihak Istana Presiden AS. Juru bicara Gedung Putih menegaskan bahwa seluruh portofolio investasi tersebut dikelola secara independen oleh pihak ketiga.
“Baik Presiden Trump maupun anggota keluarganya tidak memiliki kemampuan apa pun untuk mengarahkan, memengaruhi, atau memberikan masukan mengenai bagaimana portofolio diinvestasikan atau kapan investasi dibeli atau dijual. Tidak ada konflik kepentingan,” katanya kepada BBC.
