Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Ungkap Ribuan Transaksi Saham, Microsoft Paling Banyak Dijual
Presiden AS, Donald Trump (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, Creative Commons Attribution-Share Alike 2.0 Generic, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump mengungkap lebih dari seribu transaksi saham pada Juli 2026, dengan lebih dari 700 penjualan dan sekitar 400 pembelian; Microsoft menjadi saham yang paling banyak dilepas.
  • Portofolio mencakup transaksi saham teknologi seperti Amazon, Meta, Alphabet, Nvidia, Tesla, dan SpaceX, serta pembukaan posisi baru di Texas Instruments, Broadcom, IBM, Cisco, dan Palantir.
  • Gedung Putih menyatakan portofolio dikelola pihak ketiga secara independen, sementara Trump menolak regulasi AI baru meski pemerintah AS membuka diplomasi risiko AI dengan China.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan portofolionya mencatat lebih dari seribu transaksi saham sepanjang Juli 2026. Penjualan saham mencapai lebih dari 700 transaksi, sedangkan pembeliannya tercatat sekitar 400 transaksi.

Microsoft menjadi aset yang paling banyak dijual dengan nilai mencapai 6,5 juta dolar AS (setara sekitar Rp116 miliar) hingga 31 juta dolar AS (setara sekitar Rp553 miliar), sementara pembeliannya berada di kisaran 165 ribu dolar AS (setara sekitar Rp2,94 miliar) hingga 400 ribu dolar AS (setara sekitar Rp7,14 miliar).

Sorotan mengenai potensi konflik kepentingan mendapat tanggapan resmi dari pihak Istana Presiden AS. Juru bicara Gedung Putih menegaskan bahwa seluruh portofolio investasi tersebut dikelola secara independen oleh pihak ketiga.

“Baik Presiden Trump maupun anggota keluarganya tidak memiliki kemampuan apa pun untuk mengarahkan, memengaruhi, atau memberikan masukan mengenai bagaimana portofolio diinvestasikan atau kapan investasi dibeli atau dijual. Tidak ada konflik kepentingan,” katanya kepada BBC.

1. Portofolio Trump mencakup saham teknologi

ilustrasi portofolio investasi (pexels.com/Artem Podrez)

Dokumen pengungkapan itu memuat transaksi sejumlah perusahaan teknologi besar. Dilansir South China Morning Post, penjualan mencakup saham Amazon hingga 26 juta dolar AS (setara sekitar Rp464 miliar), Meta Platforms hingga 630 ribu dolar AS (setara sekitar Rp11,2 miliar), serta Alphabet hingga 365 ribu dolar AS (setara sekitar Rp6,51 miliar). Portofolio tersebut juga melepas dan membeli saham produsen chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia masing-masing sekitar 1 juta dolar AS (setara sekitar Rp17,8 miliar).

Trump turut membuka posisi baru senilai ratusan ribu dolar AS di Texas Instruments, Broadcom, IBM, Cisco Systems, dan Palantir Technologies. Transaksi itu juga mencakup Tesla dan SpaceX, dua perusahaan milik Elon Musk. Saham SpaceX telah tercatat di bursa Nasdaq sejak Juni dan kini diperdagangkan sekitar 14 persen di atas harga perdananya.

2. Trump menolak dorongan regulasi AI

Ilustrasi AI (pexels.com/Tara Winstead)

Pengungkapan investasi tersebut muncul di tengah sorotan global mengenai keamanan AI yang semakin memanas. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres terus mendesak pembentukan aturan internasional yang mengikat. Namun, Trump menolak regulasi baru maupun pagar pengaman tambahan karena dinilai dapat membuat AS tertinggal dari China.

Trump menyampaikan pandangannya dalam sidang Majelis Umum PBB di hadapan para pemimpin dunia. Ia juga mengganti penyebutan AI menjadi “kecerdasan super” untuk menegaskan dominasi AS.

“Siapa pun yang memenangkan AI, menang,” ujarnya pekan lalu.

3. Pemerintah AS membuka diplomasi risiko AI

Bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pemerintah AS tetap membuka jalur diplomasi untuk mengantisipasi risiko ancaman siber dan insiden AI yang tak terkendali. Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan China yang dimulai Minggu lalu berlangsung sangat berhasil. Pemerintah AS pun mengusulkan mekanisme pemberitahuan bilateral dan saluran komunikasi darurat dengan Beijing menjelang kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Washington.

Menurut laporan CNBC, sejumlah pimpinan perusahaan teknologi dijadwalkan menghadiri makan malam bergengsi di Washington. Draf pengungkapan saham ini bertepatan dengan langkah manajer dana lindung nilai Michael Burry yang memperbesar posisi short pada sektor semikonduktor dan AI. Burry menilai kenaikan harga saham produsen chip memori sudah sangat berlebihan sehingga berpotensi mengalami penurunan tajam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article