Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[Puisi] Di Bibir Pantai

[Puisi] Di Bibir Pantai
Unsplash.com/Razvan Narcis Ticu

Ketika semilir angin 

mengusap lembut wajahku

Kuhirup dengan rakus udara itu

Dan keluarlah racun yang sudah lama mengendap

Racun...

Penyakit hati yang selalu hadir tanpa panggilan

Tidak bisa disangkal oleh siapa pun

Pengaruh buruk berasal dari dalam dirinya

Membuat pikiranku keruh

Air berlomba mencapai tempatku berdiri

Menyapu punggung kakiku

Kurasakan sentuhannya yang halus

Meregangkan otot-otot yang sedari tadi menegang

Menegang..

Sebab amarah sudah sampai dipuncak tertinggi

Hampir meledak dengan sia-sia

Membuat rugi semua yang ada

Meluruskan kembali jalan pikiran yang sempat terbelokkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Dari Detik Pertama Film Mengudara

13 Apr 2026, 05:55 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction