Kaki yang berlari sering abai pada Bumi
Kemudahan membuat dunia seolah milik sendiri
Payah orang lain hanyalah dongeng belaka
Rasa aman menutup mata dari segala duka

Bukan sengaja abai, kita hanya terlalu menikmati
Hingga luka sesama menjadi sulit kita pahami
Kita sedang terpukau pada langit yang selalu biru
Sampai lupa, di tempat lain mendung sedang menunggu

Mungkin memang harus ada waktu untuk tersungkur
Agar langkah yang kaku bisa belajar cara bersyukur
Satu luka cukup untuk membuat kita mengerti
Bahwa tanpa rasa sakit, kita takkan punya hati