Kalau laki-laki itu menyayangimu, bahkan untuk memikirkan hal-hal yang membuatmu bersedih saja ia tak mampu. Apalagi harus melakukannya; ia mana mau.
Barangkali selama ini kita terlalu banyak menyakiti diri sendiri
Mendamba hubungan dengan ia yang kita anggap paling baik hati
Mendoakannya dengan doa yang panjang dan rutin di sepertiga malam tiap hari
Sambil selalu berpikir positif kekurangannya hari ini tidak akan ia ulangi kembali
Barangkali setiap kali kita jatuh hati
Kita lupa kepada Yang Maha Memiliki
Kemudian kita lebih banyak mendikte dan tidak mau mengerti
Memaksakan cerita yang kita mau untuk ada dalam skrip kehidupan ini
Barangkali kita hanya kurang peka
Tapi kurangnya tak hanya sekali dua kali saja
Sebab tanda-tanda dariNya sudah terpampang nyata
Kitanya saja yang keras kepala
"Hamba maunya cuma sama dia."
Barangkali kita yang terlalu berlebihan
Merasa ada suatu yang salah terhadap kita korbankan
"Apakah aku ini tidak cukup baginya? Mungkin dia malu memilikiku."
Padahal ya ayolah, mungkin memang dia bukan untukmu
Sebab bukankah sekali-kali kamu harus menengok ke lain arah?
Sambil memperhatikan sekelilingmu
Agar dengan begitu kamu tahu dan mampu meracau
"Hatiku, tenanglah. Banyak hati yang lebih nelangsa daripada kamu."
"Hati"-"hati" itu
Yang salah satunya adalah miliknya
Yang menunggu kamu dengan sederhana
Berharap sedikit saja pintu hatimu terbuka
Karena ia percaya diri, terhadap sakitmu ia lah yang paling punya penawarnya
.
Sebab sungguh
Untuk apa menggantungkan diri pada ikatan semu
Atau menyakiti diri sendiri dengan membenarkan segala perilaku
Selalu merasa sebagai pihak yang pantas menerima
Segala kata kasar dan janji kosong yang tak satu dua kali saja
Sebab sungguh
Bukankah kita terlalu berharga untuk mendapatkan yang begitu?
–
Ditulis untuk menguatkan hati-hati yang rapuh,
Semoga hari ini ia sudah sembuh

![[PUISI] Pertanyaan yang Tak Pernah Pergi](https://image.idntimes.com/post/20260730/pexels-jie-he-449340637-16125544_6ca12f64-be30-4e9e-a4f6-d1d1b7a1febb.jpg)
![[PUISI] Kau Adalah Waktu](https://image.idntimes.com/post/20260810/gdj-boy-1312796_640_b590b24f-f295-42da-be98-071873af8ccc.png)
![[PUISI] Persimpangan Jalan](https://image.idntimes.com/post/20260806/persimpangan-jalan_3fbd819f-42ab-48b5-b827-b81abff4ccfb.jpg)
![[PUISI] Bunyi yang Tak Pernah Datang](https://image.idntimes.com/post/20260805/pexels-jeshoots-3627_05c18a20-c5fe-447b-9784-a60b99c05022.jpg)
![[PUISI] Saat Hasil Tak Kunjung Tiba](https://image.idntimes.com/post/20260607/pexels-cottonbro-8369254_4d620be2-44db-4adf-b453-901c30ca35f6.jpg)
![[PUISI] Satu Pagi Menjamu Agustus](https://image.idntimes.com/post/20260805/1000088409_8ae091fd-fd4a-47f0-bff2-11491759b641.jpg)
![[PUISI] Rumah yang Ternyata Bisa Patah](https://image.idntimes.com/post/20260729/pexels-david-kanigan-239927285-16574434_0f1cc2b6-cd95-48ba-952a-f0f7e9b71ad2.jpg)
![[PUISI] Gelombang Culas](https://image.idntimes.com/post/20220314/pexels-murat-esibatir-4355673-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-eec36e25291e43952c557ee012f9e551.jpg)
![[PUISI] Tak Kurang Sebelum Berdua](https://image.idntimes.com/post/20260721/pexels-kadirakman-34363164_76aacfa7-2622-4e1c-93e7-b597e3003304.jpg)
![[PUISI] Bayangan Aksara yang Terkunci](https://image.idntimes.com/post/20260805/joseph-robroek-4tfc7i7vyxu-unsplash_d5a63da3-c3fc-4776-a9ca-d1f496795325.jpg)
![[PROSA] Masa Lalu yang Belum Usai](https://image.idntimes.com/post/20260620/mohamed_hassan-breakup-9513138_1920_8657ab34-6a80-4579-a6ab-9539f228a5df.png)
![[PUISI] Langit Masih Menyimpan Jawaban](https://image.idntimes.com/post/20260525/pexels-martin-marthadinata-252863-37446221_b6faecd5-0019-45c1-81fe-f969f1c9ec69.jpg)
![[PUISI] Untuk Sekadar Diberi Ruang](https://image.idntimes.com/post/20260726/pexels-farfalina-28787744_42d94e14-32d0-464f-81eb-f586fd348e1d.jpg)
![[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut](https://image.idntimes.com/post/20260803/pexels-cottonbro-7792249_b9da6e95-571b-4517-bd64-335668a57b9d.jpg)
![[PUISI] Secangkir Teh dan Hening](https://image.idntimes.com/post/20260805/1000130051_b05d92d4-d166-4c01-9186-6e8057848c03.jpg)
![[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir](https://image.idntimes.com/post/20260807/pexels-clara-mirea-39704122-7244630_184d723d-fa83-4f25-80f2-594d84fc739c.jpg)
![[PUISI] Belajar Meluruh Seperti Daun Gugur](https://image.idntimes.com/post/20260727/pexels-david-bartus-43782-4122004_7e4b4d15-5dd8-44cc-8413-6768acc1b6a1.jpg)
![[PUISI] Mencari Warna di Antara Abstraksi](https://image.idntimes.com/post/20240226/img-20240226-114610-c6cdc6cfcbd4d8029a05e025eea142cd-3661b58025885ad6b92aed1b2f0bf9a9.jpg)
![[PUISI] Merawat Kata Setelah Luka](https://image.idntimes.com/post/20260805/pexels-shutter-speed-29219611_dd90d51d-c5d1-42b3-89c6-5a67272d7309.jpg)
![[PUISI] Melodi dalam Potret Lembayung](https://image.idntimes.com/post/20260805/pexels-bilgekutukoglu-17359244_915c6637-7592-47af-93ac-1d0252631e53.jpg)