Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menengok ke Lain Arah

Menengok ke Lain Arah
Pexels
Share Article

 

Kalau laki-laki itu menyayangimu, bahkan untuk memikirkan hal-hal yang membuatmu bersedih saja ia tak mampu. Apalagi harus melakukannya; ia mana mau.

Barangkali selama ini kita terlalu banyak menyakiti diri sendiri

Mendamba hubungan dengan ia yang kita anggap paling baik hati

Mendoakannya dengan doa yang panjang dan rutin di sepertiga malam tiap hari

Sambil selalu berpikir positif kekurangannya hari ini tidak akan ia ulangi kembali
 

Barangkali setiap kali kita jatuh hati

Kita lupa kepada Yang Maha Memiliki

Kemudian kita lebih banyak mendikte dan tidak mau mengerti

Memaksakan cerita yang kita mau untuk ada dalam skrip kehidupan ini
 

Barangkali kita hanya kurang peka

Tapi kurangnya tak hanya sekali dua kali saja

Sebab tanda-tanda dariNya sudah terpampang nyata

Kitanya saja yang keras kepala

"Hamba maunya cuma sama dia."

Barangkali kita yang terlalu berlebihan

Merasa ada suatu yang salah terhadap kita korbankan

"Apakah aku ini tidak cukup baginya? Mungkin dia malu memilikiku."

Padahal ya ayolah, mungkin memang dia bukan untukmu

 

Sebab bukankah sekali-kali kamu harus menengok ke lain arah?

Sambil memperhatikan sekelilingmu

Agar dengan begitu kamu tahu dan mampu meracau

"Hatiku, tenanglah. Banyak hati yang lebih nelangsa daripada kamu."
 

"Hati"-"hati" itu

Yang salah satunya adalah miliknya

Yang menunggu kamu dengan sederhana

Berharap sedikit saja pintu hatimu terbuka

Karena ia percaya diri, terhadap sakitmu ia lah yang paling punya penawarnya
.

Sebab sungguh

Untuk apa menggantungkan diri pada ikatan semu

Atau menyakiti diri sendiri dengan membenarkan segala perilaku

Selalu merasa sebagai pihak yang pantas menerima

Segala kata kasar dan janji kosong yang tak satu dua kali saja
 

Sebab sungguh

Bukankah kita terlalu berharga untuk mendapatkan yang begitu?


Ditulis untuk menguatkan hati-hati yang rapuh,
Semoga hari ini ia sudah sembuh

Share Article
Topics
Editorial Team
Almira Hasna Zulfany
EditorAlmira Hasna Zulfany

Related Articles

See More

[PUISI] Mendung yang Tak Bisa Dibagi

26 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Lemah Tapi Kuat

[PUISI] Lemah Tapi Kuat

25 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Secercah Gelisah

[PUISI] Secercah Gelisah

24 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction