Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PROSA] Masa Lalu yang Belum Usai
Ilustrasi keretakan antara pasangan. (pixabay.com/Mohamed_hassan)

Sejak perempuan itu kembali menyapa lewat cerita lama, aku mulai menyadari senyummu tak lagi sama. Mungkin aku terlalu takut, namun perempuan itu nyata. Ia pernah menjadi bagian dari hidup dan tawamu.

Kau sering melamun sendiri, dan lebih banyak diam. Sedangkan aku sibuk menebak-nebak. Apa yang sedang kau pendam? Aku mencoba percaya, bahwa aku tetap pilihanmu. Meski diam-diam hati kecilku takut kehilanganmu.

Aku takut kau meninggalkanku, karena seorang yang pernah ada. Aku tahu beberapa perasaan kadang tak benar-benar reda. Karena cinta sering kalah pada kenangan yang belum selesai. Dan aku tidak ingin menjadi seorang yang akhirnya tersisih.

Aku tak ingin bersaing dengan seseorang dari masa lalu. Aku hanya ingin dicintai tanpa bayang-bayang itu. Jika memang masih mencintainya, katakan sebelum semuanya jauh. Sebab lebih baik aku terluka sekarang, daripada hancur setelah jatuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team