Malam kembali datang
Membawa sunyi yang tak asing
Mengisi ruang-ruang kosong
Yang pernah dipenuhi tawa dan harap
Aku pernah jatuh
Pada luka yang tak bersuara
Memeluk kecewa terlalu lama
Hingga lupa bagaimana rasanya bahagia
Hari-hari berjalan lambat
Meninggalkan jejak letih di dada
Banyak hal kupendam sendiri
Banyak tangis kutahan dalam diam
Lalu malam ini
Aku membiarkan semuanya runtuh
Tak ada lagi yang kututupi
Tak ada lagi yang kusembunyikan
Air mata ini jatuh perlahan
Membawa sedih yang lama menetap
Membasuh pilu yang membeku
Melepas beban yang mengikat
Dan mungkin
Ini adalah air mata terakhirku
Bukan karena luka telah tiada
Bukan karena semua telah sempurna
Melainkan karena aku memilih
Untuk berhenti tenggelam dalam duka
Esok, saat mentari datang
Aku ingin menyambutnya dengan langkah baru.
Dengan hati yang masih memiliki bekas
Namun tak lagi takut untuk berjalan
Sebab setelah tangis yang panjang
Selalu ada ruang untuk pulih
Dan setelah malam yang kelam
Fajar tak pernah lupa untuk datang
![[PUISI] Air Mata Terakhir](https://image.idntimes.com/post/20260701/1000122988_690141ab-21d0-48f9-a72b-8638b0f885c3.jpg)