Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Sisa Fajar di Ujung Pematang

[PUISI] Sisa Fajar di Ujung Pematang
kita hanyalah dua siluet yang tersisa dari kehangatan fajar di ujung pematang (unsplash.com/sujal patel)
Share Article

Dulu, batas dunia kita hanyalah garis cakrawala di ujung pematang,
tempat kaki-kaki telanjang kita berebut pulang sebelum petang.
Kita tumbuh dari tanah desa yang sama, menghirup aroma fajar yang serupa,
saling menghafal isi kepala tanpa pernah takut hari esok akan membuat lupa.

Saat itu, kamu adalah satu-satunya manusia yang paham sunyiku,
sebelum dunia yang luas ini ikut campur dan merebutmu dariku.
Sekarang, kita adalah dua orang asing yang kebetulan punya masa lalu.

Kamu tenggelam di derasnya Jakarta, menyerahkan dirimu pada jam kerja yang kaku,
mengejar target di antara dinding kaca dan deru kota yang tak pernah tidur.
Sementara aku terjebak di sini, dilingkupi tumpukan buku kuliah yang menjemukan,
menghabiskan malam sepi, membaca teori di bawah temaram lampu jalanan.

Kita tidak lagi bertukar cerita, ruang obrolan kita sedingin ruang tunggu,
penuh dengan ketikan formal dan basa-basi yang terasa palsu.
Lucu melihat bagaimana jarak beberapa ratus kilometer bisa membunuh sedalam ini.
Melihat siluet kita di masa lalu terasa seperti menatap dua orang mati.

Anak-anak kecil yang dulu berjanji akan selalu searah,
kini dengan sadar memilih menyerah pada kesibukan yang parah.
Kita membayar harga kedewasaan dengan mata uang yang paling mahal,
kehilangan satu sama lain tanpa pernah ada pertengkaran yang legal.

Tetaplah berjalan di antara gemerlap menara kota besarmu yang angkuh.
Biar aku yang di sini, menuntaskan sisa malam kelas perkuliahan yang riuh.
Kita tidak pernah saling membenci, kita hanya kalah oleh waktu,
menjadi asing yang paling saling tahu, di bawah langit dewasa yang membisu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Percaya Pada Rasa

07 Jul 2026, 21:27 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More
[PUISI] Munajat

[PUISI] Munajat

07 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rakus Duniawi

[PUISI] Rakus Duniawi

06 Jul 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Sekelebat Mimpi

[PUISI] Sekelebat Mimpi

06 Jul 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Saling Becermin

[PUISI] Saling Becermin

05 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bisik Pekerja

[PUISI] Bisik Pekerja

04 Jul 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction