Meneguk nafsu memburu
Namun kerongkongan tetap gurun
Memelihara retak-retak bergerak
Persis warisan musim bertanding

Dahaga menjelma pengembara
Memanggil hujan, tetapi awan
Langit tak ingin pertandingan sengit
Angin berkirim debu kabar terlambat

Sungguh ironi
Sang fana mengumbar
Merebut milik yang lapar