Ambang malam menekur rindu
Langit membuka kelopak
Gemetar di telapak angin
Yang tak mengenal musim

Persis debu lupa asal
Air mata menjadi bahasa
Lebih fasih daripada bibir
Untuk jiwa-jiwa kikir

Bagai pengemis di gerbang langit
Membawa kantong-kantong koyak
Menembus batas imajiner retak
Tanpa suara berteriak