[PUISI] Membaca Kenangan di Sudut Batavia
![[PUISI] Membaca Kenangan di Sudut Batavia](https://image.idntimes.com/post/20260706/visual-karsa-nu3samoqwfe-unsplash_901f47a9-9f99-4f93-9fa6-1584acfefd83.jpg)
Di antara deretan dinding putih Fatahillah yang mulai mengelupas,
kita pernah berjalan menyusuri sore yang terasa lepas.
Saat itu, riuh klakson jalanan Jakarta menjelma melodi yang sunyi,
ketika matamu menatap lurus, menjanjikan esok yang abadi.
Kita adalah dua pengembara di bawah langit Jakarta yang tembaga,
mencari arti di antara puing-puing bangunan tua yang hampir sirna.
Aku ingat bagaimana jemarimu menunjuk jendela kayu yang tinggi dan rapuh,
bercerita tentang masa lalu tempat orang-orang meletakkan keluh.
Kamu bilang, sejarah bukan cuma soal angka tahun yang kaku di buku.
melainkan tentang rasa yang tertinggal, yang pernah membeku.
Seketika itu, aku melihat diriku di dalam barisan kalimatmu,
menjadi bagian kecil dari linimasa yang ingin kau tuju.
Namun, waktu adalah sekuritas yang paling gemar berkhianat.
Ia melaju tanpa kompromi, meninggalkan kita yang terlambat.
Langkah kaki yang dulu beriringan di atas tegel batu, perlahan kehilangan ritme,
terseret oleh kesibukan kota, ego, dan ambisi yang menjelma rezim.
Kita tak lagi berdiskusi tentang sudut Batavia yang romantis,
hanya menyisakan pesan-pesan singkat yang terasa makin dingin dan praktis.
Sekarang, aku kembali berdiri di dekat stasiun tua, sendirian.
Melihat kereta komuter melintas cepat, membawa tumpukan angan.
Kota ini masih menyimpan wangi kopi dan rintik hujan yang kau sukai,
tapi bangku di depan gedung tua tempat kita berbagi cerita kini telah sepi.
Kamu telah menjadi bagian dari masa lalu yang mapan di ingatan,
sebuah bab berharga dalam hidupku yang tak akan pernah ada kelanjutan.
Biar kukemas rindu ini dalam bait-bait yang barangkali tak kau baca.
Menatap lampu-lampu jalan yang mulai menyala satu per satu di ufuk jingga.
Sebab melepaskanmu ternyata sama seperti merawat bangunan tua,
ia butuh ketabahan untuk menerima bahwa beberapa hal memang indah justru ketika mereka dibiarkan menua dan selesai bersama sejarah.
![[PUISI] Menyembuhkan Diri](https://image.idntimes.com/post/20260510/pexels-line-knipst-574109081-28987431_019bfa21-a3a1-4f06-b572-24fa041282d4.jpg)
![[PUISI] Munajat](https://image.idntimes.com/post/20230319/pexels-monstera-5997003-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-30b93f68f0fabeb825dd796ca91b943b.jpg)
![[PUISI] Rakus Duniawi](https://image.idntimes.com/post/20240207/1000135485-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-c678a721c54b2cf87e40fe12717e4fbe.jpg)
![[PUISI] Sekelebat Mimpi](https://image.idntimes.com/post/20260705/pexels-basmasseus-1117063_7c93eb6b-c80a-4741-9e91-9792523b12ea.jpg)
![[PUISI] Izinkan Aku Memujamu, Nona](https://image.idntimes.com/post/20260703/hunter-newton-iyeqrl206bm-unsplash_9c6a405c-3b57-4124-bc17-b72d1c4e37a7.jpg)
![[PUISI] Membakar Keraguan yang Tersisa](https://image.idntimes.com/post/20260310/pexels-pixabay-159466_4fc94cc6-45f9-4209-9993-6d0679846766.jpg)
![[PUISI] Saat Harapan Kehilangan Arah](https://image.idntimes.com/post/20250514/pexels-ferdous-15380599-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-05bc51517ffcba16c6a426d4a9c69b67.jpg)
![[PUISI] Saling Becermin](https://image.idntimes.com/post/20260703/pexels-2147499152-29632548_78ceaf62-6456-48cb-9cc3-5ac8cf107bb3.jpg)
![[PUISI] Bisik Pekerja](https://image.idntimes.com/post/20260702/pexels-daria-agafonova-2147746189-29817282_7f82d08f-da88-44a5-8c03-c29a6dc5e225.jpg)
![[Puisi] Ada Hening yang Lebih Nyaring Daripada Tangis](https://image.idntimes.com/post/20260702/1000115504_12e9dc2b-731d-47e9-97a2-88e65dcdff79.jpg)
![[PUISI] Seni Menggenggam Air](https://image.idntimes.com/post/20260702/pexels-ryannielm-5610400_2fc0cd13-b7e1-4470-ab1f-276c4be3de00.jpg)
![[PUISI] Saat Semua Terasa Jauh](https://image.idntimes.com/post/20231010/gabriel-qucny-nseoo-unsplash-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-58c51b953ec2a70769cdb4c78be82f02.jpg)
![[Puisi] Rumah Berdiri di Atas Sepasang Tangan](https://image.idntimes.com/post/20260630/1000114809_999adff8-be9c-4332-8d1a-d263ffca9e03.jpg)
![[PUISI] Kue yang Tak Pernah Sempurna](https://image.idntimes.com/post/20260609/laura-rivera-lmz6gxbb9yq-unsplash_695ec557-8c01-4105-9b15-af60095e4a25.jpg)
![[PUISI] Masa Kecil yang Indah](https://image.idntimes.com/post/20260702/1000123222_a9153419-73e7-4276-a449-cc79385b657d.jpg)
![[PUISI] Mengucap Doa dengan Logika](https://image.idntimes.com/post/20260627/pexels-valeriiamiller-17884395_729379d1-5099-4eae-aeac-cccd169e7b6b.jpg)
![[PUISI] Rasa yang Tak Kuizinkan Tumbuh](https://image.idntimes.com/post/20260702/photo-1621438799786-c3ded2bd094f_f6dbef6c-90f3-4066-80bd-2faea48d3498.jpeg)
![[PUISI] Labirin Perasaan](https://image.idntimes.com/post/20260624/img_5178_4863b8a1-abb0-4b55-929c-7cb6d164ba8c.jpeg)
![[Puisi] Yang Tertinggal di Atas Meja](https://image.idntimes.com/post/20260629/1000114515_8fbbf7bc-6d55-406c-88cb-ba9cf6ce8acc.jpg)
![[PUISI] Persembahan](https://image.idntimes.com/post/20260624/img_1555_411164d5-aa0a-44af-b117-4d90ac5f657a.jpeg)
![[PUISI] Meteor Pembawa Pesan](https://image.idntimes.com/post/20260629/nature-majestic-glowing-starfield-illuminated-by-milky-way-generated-by-ai_253fe93f-37bd-4324-bdc9-0eb7eceadcdd.jpg)