Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Rakus Duniawi

[PUISI] Rakus Duniawi
Potret bersulang minuman (pexels.com/Cottonbro studio)
Share Article

Sungai menghafal warna nestapa,
Angin membawa aroma kehilangan
Pohon-pohon berdoa dengan daun gugurnya
Sementara bumi memeluk retak

Betapa mahal setetes kasih
Kala nurani dijual semurah pasir
Betapa sunyi suara damai
Kala rakus dipahat
menjadi berhala paling agung

Sungguh, darah tak pernah mampu
menumbuhkan taman
Ia hanya mengundang gagak
Untuk menyanyikan elegi
Di atas mimpi-mimpi yang dipatahkan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team