Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Asa Berperi
ilustrasi asa (pexels.com/Pegah Sharifi)
  • Puisi menggambarkan upaya merawat harapan di tengah malam yang kelam, meski nestapa terus membayangi jiwa.
  • Tokoh lirik menitipkan doa kepada cakrawala, berharap takdir membuka jalan saat fajar masih tersembunyi di balik mega.
  • Pesan puisi mengajak sukma tetap tegar menghadapi kesedihan berulang, seperti rembulan yang tetap bercahaya dalam gelap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di palung malam yang kelam dan lengang,
kusulam asa pada benang yang bimbang.
Biar nestapa mengulum sukma,
takkan kurelakan cita karam bersama.

Kapan pun fajar masih bersembunyi,
di balik mega yang enggan berperi.
Kepada cakrawala kutitipkan pinta,
semoga takdir berkenan membuka rahasia.

Wahai sukma,
janganlah meradang,
meski nestapa datang berulang.
Bukankah rembulan tetap bercahaya,
meski malam menelan segala warna?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team