Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Hampa

1 min read
[PUISI] Hampa
ilustrasi perempuan sedang berekspresi (unsplash.com/Javier Allegue Barros)

Perlahan, mulai terasa
Ada yang pergi tiba-tiba
Perjumpaan yang tak diawali perkenalan
Mulai menghilang dan jadi bayangan

Sulit kumengerti persoalan ini
Hati terus berkecamuk
Pikiran memaksa tuk berhenti
Raga dan jiwa rasanya ingin mengamuk

Sekali lagi, kutak bisa menahan sendiri
Dia terus jadi bayang-bayang
Dan selalu saja menghantui
Diriku yang penuh bimbang

Jika pergimu memanglah jalan takdirku
Maka, cukuplah pergi dan jangan
Bawa kegelisahan dan menggangguku
Kumohon, walau sulit tuk kupastikan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel