Ada sebuah jendela
yang tak pernah benar-benar tertutup,
membiarkan angin masuk perlahan
membawa kabar dari luar kehidupan.

Di baliknya, seseorang pernah menunggu,
menghitung senja yang berlalu,
berharap ada sesuatu yang datang
untuk mengusir sepi yang panjang.

Hujan pernah singgah di kacanya,
meninggalkan jejak yang perlahan menghilang.
Begitu pula luka yang pernah ada,
meski tak semuanya mudah dilupakan.

Namun jendela itu tetap terbuka,
membiarkan cahaya menyentuh ruangannya.
Seolah ingin berkata kepada hati
bahwa dunia masih layak disambut kembali.

Sebab tak selamanya masa lalu
harus menjadi alasan untuk mengunci pintu.
Kadang, kita hanya perlu memberi ruang
agar harapan menemukan jalan pulang.