Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata
ilustrasi menanti kekasih hati (pexels.com/RDNE Stock project)
Share Article

Diam tanpa pernah berkata
Namun, mata sebagai jendela berbicara
Senyum yang penuh makna
Pertanda dalamnya luka

Tidakkah kau lelah?
Terus menanti kembalinya pria yang kau anggap rumah
Benarkah dia yang singgah?
Atau kau baginya hanya sekadar kisah?

Bahasa air mata tak dapat menipu
Bahwa sedih dan menanti menjadi satu
Andai kau dengarkan logikamu dulu
Maka hatimu kan tetap utuh menyatu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Senja Lupa Beranjak

07 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menyelamatkan Akar

[PUISI] Menyelamatkan Akar

07 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lumrah yang Susah

[PUISI] Lumrah yang Susah

06 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kompas yang Patah

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Pernah Usang

[PUISI] Tak Pernah Usang

04 Jun 2026, 16:57 WIBFiction
[PUISI] Sisi Gelap Senja

[PUISI] Sisi Gelap Senja

04 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Balikpapan Baru

[PUISI] Balikpapan Baru

03 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Komuni Jiwa

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction