Diam tanpa pernah berkata
Namun, mata sebagai jendela berbicara
Senyum yang penuh makna
Pertanda dalamnya luka
Tidakkah kau lelah?
Terus menanti kembalinya pria yang kau anggap rumah
Benarkah dia yang singgah?
Atau kau baginya hanya sekadar kisah?
Bahasa air mata tak dapat menipu
Bahwa sedih dan menanti menjadi satu
Andai kau dengarkan logikamu dulu
Maka hatimu kan tetap utuh menyatu
![[PUISI] Bahasa Air Mata](https://image.idntimes.com/post/20260331/1000577056_98dde33d-6a28-4ff8-8ee0-bede951c0cec.jpg)