Jalan ini tidak ramah sejak awal
Permukaannya kasar dan tidak rata
Namun semakin jauh langkah dibawa
Semakin terasa perih di telapak kaki
Setiap pijakan tidak lagi sekadar berat
Ujung-ujungnya mulai melukai
Seperti sesuatu yang terus mengeras
Di tempat yang tidak bisa dihindari
Aku sempat berhenti untuk menimbang
Mencari kemungkinan jalan lain
Namun arah yang tersedia tetap sama
Kembali pada jalur yang tidak mudah
Tidak ada cara untuk memuluskan
Tidak ada waktu untuk menunggu
Langkah tetap harus kuteruskan
Meski bebatuan semakin tajam
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Bebatuan yang Semakin Tajam
![[PUISI] Bebatuan yang Semakin Tajam](https://image.idntimes.com/post/20260429/pexels-diego-f-parra-33199-15452460_73468cad-7738-4b53-9ed5-861841760d31.jpg)
ilustrasi berdiri di pinggir laut (pexels.com/Diego F. Parra)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha