Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Bencana di Balik Angka
ilustrasi berita (unsplash.com/Rich Tervet)
  • Puisi menyoroti bahwa kenaikan angka korban bencana menyimpan kisah nyawa yang hilang dan duka keluarga.
  • Data, grafik, dan laporan dinilai tidak sepenuhnya mampu menggambarkan tangis serta kehilangan yang dialami para penyintas.
  • Karya ini mengingatkan agar empati tetap dijaga karena luka bencana bertahan dalam ingatan, sementara angka hanya menjadi catatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Angka menjulang di layar berita,
Korban bertambah, duka menyapa,
Di balik statistik yang terbaca,
Ada nyawa yang hilang tanpa kata.

Grafik bergerak, laporan tersusun,
Namun tangis tak mudah terhimpun,
Di antara data yang terus dihitung,
Ada keluarga yang kehilangan naungan.

Bencana bukan sekadar bilangan,
Bukan pula tajuk pemberitaan,
Di balik angka tersimpan kehilangan,
Serta harapan yang mencari pegangan.

Kelak angka tinggal dalam catatan,
Namun luka menetap dalam ingatan,
Jangan biarkan empati terlupakan,
Sebab setiap angka punya kehidupan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team