Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Beranda

[PUISI] Beranda
ilustrasi kerangka bergelayut di beranda (pexels.com/@brett-sayles)
Share Article

Aku menyaksikan berpuluh anak menjauh
pamit pada bapak ibu dengan wajah penuh peluh
Aku mendengarkan dua saudara
ribut-ribut berebut harta
Aku melihat si bungsu
datang-datang lalu ambruk
mencium kaki ibu
meronta karena rindu


Malam ini, orang-orang menuai tangis
oleh kakek yang nafasnya kini habis
Semua orang berkabung
merasakan hidupnya tergulung
tak tahu kapan lagi memanen untung


Tapi besok,
kan kuterima lagi tamu-tamu jauh
yang pulang dan yang menyeberang
untuk ikut berduka
dan memeluk yang masih ada

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Mulyati
EditorSri Mulyati

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Tumbuh dari Luka yang Diberi Ayah

20 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction