Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bertahan di Sudut Senyap

[PUISI] Bertahan di Sudut Senyap
ilustrasi ruangan gelap (pexels.com/Hikmet A)

Dengan teriakan-teriakan membisu
Bayangan muram menari di depan mata
Cahaya redup yang perlahan menyusup
Menelan seluruh aroma hiruk-piruk

Sedang ia lebih memilih bersandar di kursi
Bertahan pada sudut yang senyap
Sesekali tenggelam dalam lelap
Sekalipun menghirup udara pengap

Riuh-rendah di bawah naungan semesta
Tak menghiraukan pihak yang tetap bertahan
Pada teriakan nyari sekarang
Suara yang pasti akan terbungkam

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Dirampas

16 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction