Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Berteman dalam Khayal Sendiri
ilustrasi perempuan duduk di bangku sembari melamun (pexels.com/Keenan Constance)

Barangkali, ya, barangkali
Sudahlah ia terlampau biasa dengan afeksi
Setiap saat bagai diberi umpan nasi
Kekenyangan menyantap berkali-kali

Lantas buat apa memberanikan diri
Apalagi susah-payah jadi tukang puisi
Boro-boro tersentuh itu hati
Paling dianggap penggemar sejati

Barangkali, ya, barangkali
Sudahlah ia terlampau biasa dengan afeksi
Bukan hanya seorang yang mengasihi
Sudah kembung perut dicecoki

Lantas buat apa mengumpulkan nyali
Apalagi kerepotan mengurai empati
Ujungnya juga bakal patah hati
Berteman dalam khayal sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team