Barangkali, ya, barangkali
Sudahlah ia terlampau biasa dengan afeksi
Setiap saat bagai diberi umpan nasi
Kekenyangan menyantap berkali-kali
Lantas buat apa memberanikan diri
Apalagi susah-payah jadi tukang puisi
Boro-boro tersentuh itu hati
Paling dianggap penggemar sejati
Barangkali, ya, barangkali
Sudahlah ia terlampau biasa dengan afeksi
Bukan hanya seorang yang mengasihi
Sudah kembung perut dicecoki
Lantas buat apa mengumpulkan nyali
Apalagi kerepotan mengurai empati
Ujungnya juga bakal patah hati
Berteman dalam khayal sendiri
![[PUISI] Berteman dalam Khayal Sendiri](https://image.idntimes.com/post/20261027/pexels-keenan-constance-545154-5690971_c4e0b2c6-e5c4-4a92-8028-655afb39dee8.jpg)