Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Bertahan Hidup di Negeri yang Sakit

1 min read
[PUISI] Bertahan Hidup di Negeri yang Sakit
ilustrasi kemikinan (Pexels.com/Tom Fisk)
  • Puisi menggambarkan warga yang setiap hari menghadapi lonjakan harga, pelemahan nilai tukar, dan penurunan IHSG di tengah narasi pertumbuhan negeri.

  • Masyarakat tetap bekerja, berjuang, dan menjaga harapan sambil menyimpan kecemasan serta luka yang datang dalam kehidupan sehari-hari.

  • Kritik diarahkan pada hukum dan keadilan yang terasa jauh bagi rakyat kecil, dengan penegasan bahwa warga bukan sekadar angka atau statistik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap pagi kami bangun dan mendapati lonjakan harga
Nilai tukar kian runtuh
IHSG pun turut jatuh
Negeri katanya tumbuh, tapi mengapa rasanya kian lumpuh?

Hari-hari kami bekerja, berjuang, dan menjaga asa
meski hari-hari datang membawa luka
Kami belajar bertahan tanpa banyak suara
menyimpan cemas di balik tangis dan tawa

Ketika hukum terasa jauh dari mereka yang papa
dan keadilan kerap kehilangan arah dan cahaya
kami hanya punya tangan, doa, dan sesama
untuk saling menguatkan agar tak menyerah begitu saja

Jika negeri ini sedang sakit dan terluka
jangan biarkan kami ikut kehilangan percaya
Sebab kami bukan sekadar angka dalam berita
bukan pula statistik yang sekadar hadir di meja penguasa

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel