Tersebutlah sebuah negeri dongeng
Tempat kemakmuran tumbuh di setiap penjuru
Lautnya menyimpan beragam kekayaan
Hutannya mewariskan teduh bagi kehidupan

Namun mata hingga tangan ingin lebih
Mengambil semua bagian dengan keserakahan
Sedikit demi sedikit keindahan berpindah tuan
Hingga rumah tertutup oleh panasnya abu

Di balairung para pemilik mahkota
Kursi-kursi dibagikan kepada para penjaga
Sementara dari balik tembok yang menjulang
Suara kehilangan dianggap angin lalu

Anehnya negeri itu tetap disebut berjaya
Panji-panji berkibar di atas puing-puingnya
Dongeng terus dibacakan dengan akhir bahagia
Meski tak seorang pun tahu ke mana harus pulang