Segelas teh di kamar sunyi kian merajut malam
Tinta hitam dan putih berbisik dalam diam
Ribuan kata memeluk pundakku yang letih
Menghapus riuh dunia yang penuh pamrih.

Kertas-kertas tua bernapas lembut di pangkuan
Menjadi selimut hangat di tengah kesunyian
Lampu kamar meredup, mencium bayanganku
Seolah waktu berhenti demi mengecup rindu.

Kesendirian ini menjelma samudra seluas semesta
Tempat aku berenang tanpa takut karam di dada
Di sini, sunyi bernyanyi merdu di telingaku
Menjadi pesta paling megah di bilik waktu.

Biarlah dunia luar riuh berebut tahta
Aku telah tenggelam dalam dekapan semesta
Menikmati sepi yang menjelma rumah abadi
Di mana kesendirian ialah pelukan sejati.