Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Bukan Aku yang Kau Tuju
ilustrasi merenung (unsplash.com/Benjamin Voros)

Belakangan ini ada yang berbeda
Aku seperti lahir di hari yang baru
Menjelma sosok yang lebih terbuka
Mengeja rasa yang tak lagi kaku

Kau tahu mengapa semua bermula?
Sebab hadirmu membawa cahaya
Meyakinkanku yang sempat buta
Bahwa ketakutan hanyalah bayang semata

Sungguh langit hatiku berterima kasih
Telah dipertemukan dengan jiwamu
Membuka jendela pandang yang jernih
Yang dahulu asing di masa laluku

Namun di sudut lain, laraku meriap
Memeluk rasa yang tak terkendali
Sebuah cinta yang tumbuh senyap
Yang tak seharusnya hadir di hati

Maafkan aku jika suatu saat nanti
Rasa ini merusak indah cerita
Sebab sejak awal aku menyadari
Bukan aku yang kau tuju, melainkan dia

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team