Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Bersekutu dengan Hujan

[PUISI] Bersekutu dengan Hujan
ilustrasi perempuan yang menangis di bawah hujan (pexels.com/pixabay)
Share Article

satu tahun silam kau bersekutu dengan alam
memanggil hujan deras-deras
sudut-sudut kota, emperan toko,
dan beranda basah oleh tempias yang kau ciptakan
membawa sebuah lanskap: foto
yang tertambah ke dalam sorotan

di sana tangan bergelang hitam
hendak meraih tangan lain
yang kukenali sebagai tangan seorang perempuan
"Suatu saat nanti akan kugenggam tanganmu dengan cara yang halal," tulismu

dan kau kembali bersekutu dengan alam
meniupkan angin ke segala arah
seolah membabi buta tanpa jelas apa maunya
hujan yang kau panggil pun turut menggila
membawa percik-percik air ke sudut beranda

tempias itu pun mengenai ujung kaki perempuan
yang berdiri menyediakan payung di seberang
entah buta, atau pura-pura tak melihat
kau memilih mantel di toko sebelah
sedang perempuan itu terus berdiri: memegang payungnya sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Memberi Celah

13 Jul 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Wajah-wajah Dingin

[PUISI] Wajah-wajah Dingin

13 Jul 2026, 21:17 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More
[PUISI] Tidur untuk Besok

[PUISI] Tidur untuk Besok

13 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Berjarak

[PUISI] Memilih Berjarak

12 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Berhenti Memaksa

[PUISI] Berhenti Memaksa

11 Jul 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Sang Fakir

[PUISI] Sang Fakir

11 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sampai di Hari Ini

[PUISI] Sampai di Hari Ini

10 Jul 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Air Mata Terakhir

[PUISI] Air Mata Terakhir

10 Jul 2026, 05:25 WIBFiction