Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Langit yang Lupa Berwarna

[PUISI] Langit yang Lupa Berwarna
Ilustrasi langit (pexels.com/Nothing Ahead)
Share Article

Pagi datang seperti biasa,

namun langit tampak berbeda.

Tak ada biru yang menyapa,

hanya kelabu yang bercerita.

Entah sejak kapan

warnanya perlahan memudar,

seolah lelah

menanggung terlalu banyak awan.

Aku menatapnya lama,

lalu menyadari satu hal

Barangkali bukan langit

yang lupa berwarna,

melainkan hati

yang terlalu lama kehilangan cahaya.

Namun aku percaya,

tak ada kelabu

yang menetap selamanya.

Sebab setelah hujan berlalu,

langit selalu menemukan

caranya untuk kembali berwarna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More
[PUISI] Tidur untuk Besok

[PUISI] Tidur untuk Besok

13 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Berjarak

[PUISI] Memilih Berjarak

12 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Berhenti Memaksa

[PUISI] Berhenti Memaksa

11 Jul 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Sang Fakir

[PUISI] Sang Fakir

11 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sampai di Hari Ini

[PUISI] Sampai di Hari Ini

10 Jul 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Air Mata Terakhir

[PUISI] Air Mata Terakhir

10 Jul 2026, 05:25 WIBFiction