Kurasakan terbangun di tengah jenggala
Dengan segala tuntutan lapar memangsaku
 
Seperti malam tak begitu lama tanpa begitu dingin
Menusuk setiap ruang kosong di relung raga
Memadamkan sekian kecil bara yang diwariskan
 
Mungkin jalanku pulang tak lagi dikenali
Seperti ovulum burung pipit yang jatuh
Ditendang dan ditukar oleh telur kukuk
Diramu kelicikan, dikaruniai kesialan
 
Kasurku sehangat pelukan ibu di wisuda kampus
Meluruhkan lelah dan memupuk rasa bangga
Sekecil apa pun tersedia, tak malu berdialog
Waktu menyusut mengitari sela-sela kepala
Hingga kaki menendang alarm jahanam