Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bunga yang mulai layu (magnific.com/rawpixel)

Kelopaknya indah, warnanya menawan
Tetapi tak seorang pun mengizinkannya bertahan
Setiap kali tunasnya mencoba menjulang
Ada tangan takdir yang kembali menghadang

Ia ingin mekar seperti bunga lainnya
Menyapa embun dan memeluk semesta
Namun akar-akar yang mengikat tubuhnya
Membuatnya lupa bagaimana menjadi dirinya

Barangkali dunia takut pada keindahan
Atau tak sanggup menerima kebebasan
Sebab bunga yang tumbuh di luar aturan
Sering kali dianggap sebagai kesalahan

Maka ia belajar tersenyum dalam kesepian
Menyembunyikan luka di balik keanggunan
Tak ada yang tahu berapa banyak air mata
Yang jatuh diam-diam di antara kelopaknya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team