Kelopaknya indah, warnanya menawan
Tetapi tak seorang pun mengizinkannya bertahan
Setiap kali tunasnya mencoba menjulang
Ada tangan takdir yang kembali menghadang
Ia ingin mekar seperti bunga lainnya
Menyapa embun dan memeluk semesta
Namun akar-akar yang mengikat tubuhnya
Membuatnya lupa bagaimana menjadi dirinya
Barangkali dunia takut pada keindahan
Atau tak sanggup menerima kebebasan
Sebab bunga yang tumbuh di luar aturan
Sering kali dianggap sebagai kesalahan
Maka ia belajar tersenyum dalam kesepian
Menyembunyikan luka di balik keanggunan
Tak ada yang tahu berapa banyak air mata
Yang jatuh diam-diam di antara kelopaknya