Cinta datang seperti hujan di bulan kemarau
Membuat jalan berdebu mendadak hijau
Jantung menabuh genderang tanpa aba-aba
Dan senyum bocor, bahkan saat tak ada siapa-siapa

Nama seseorang berubah menjadi lagu
Berputar di kepala sepanjang waktu
Kopi terlupa, malam kehilangan ujung
Bahkan, lampu merah terasa terlalu lama menunggu

Betapa lucunya hati yang sedang jatuh
Menganggap kekurangan sebagai sesuatu yang utuh
Menyimpan pesan singkat seperti surat kerajaan
Lalu salah tingkah hanya karena sapaan

Namun, cinta bukan sekadar berlari mengejar
Bukan membakar diri demi terus bersinar
Cinta yang baik tahu kapan mendekat
Dan kapan memberi ruang agar dua hati tetap sehat