Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Patah Tak Menghentikan Arah

1 min read
[PUISI] Patah Tak Menghentikan Arah
ilustrasi berjalan sendirian (pexels.com/Oswald Tenorio)
  • Puisi menggambarkan tahun penuh kekecewaan, harapan yang gagal terwujud, pintu tertutup, dan perpisahan yang tidak diinginkan.
  • Tokoh liris memberi ruang bagi luka dan kehilangan, tanpa menyangkal kesedihan maupun menahan air mata.
  • Meski banyak hal runtuh dan patah, tokoh liris memilih menentukan arah sendiri serta belajar menghadapi jalan yang sulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahun ini menyimpan banyak kekecewaan
Beberapa harapan pulang tanpa wujud
Ada pintu yang tertutup sebelum sempat kuketuk
Ada perpisahan yang tak pernah kuminta

Kubiarkan segala luka tinggal sejenak
Pada sudut yang tak tersentuh siapa pun
Sebab tak semua kehilangan perlu disangkal
Tak semua air mata harus ditahan

Kini tak lagi kutitipkan nasib pada keadaan
Atau menunggu langit berbaik hati
Jika jalan masih dipenuhi bebatuan
Akan kupelajari cara berjalan di atasnya

Biarlah tahun ini mengenang segala runtuh
Bukan sebagai akhir dari segala yang mungkin
Meskipun banyak bagian telah patah
Masih ada arah yang kupilih sendiri

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.