Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Barangkali Hanya Mimpi

1 min read
[PUISI] Barangkali Hanya Mimpi
ilustrasi menenangkan sahabat (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Puisi menggambarkan sulitnya menerima kenyataan dan tersenyum setelah mengalami kegagalan.
  • Pembaca diajak tidak membohongi diri sendiri serta memberi ruang untuk menangis dan meluapkan emosi.
  • Kata “barangkali” digambarkan sebagai penenang sementara, karena kenyataan tidak mudah berubah begitu saja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menerima kenyataan tak semudah membalikkan telapak tangan
Tersenyum tanpa beban saat gagal sulit untuk dilakukan
Namun, mengapa harus membohongi diri sendiri?
Seolah semua kegagalan tiadalah arti

Tak apa jika ingin menangis sejadi-jadi
Tak mengapa meluapkan emosi di hati
Keluarkan semua jurang kecewa yang ada
Jangan menciptakan neraka dengan memendam semua rasa

Barangkali hanya mimpi
Barangkali semuakan kembali
Kata barangkali hanya penenang sementara
Kenyataan tak mudah berubah semata-mata, kawan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.