Jatuh cinta pada sajak tak pernah terlintas
Dalam benakku yang isinya hanya ingin 
Kaya-raya dan punya sepetak rumah
Sendiri agar tak diusir siapa-siapa
Pindah kota pindah negara 
Jauh dari segalanya

Tapi bagaimanalah 
Apa Guna paling bersalah 
Menghantui tiap sudut kepala
Setiap aku hendak kabur dari puisi
Setiap aku beranjak menemui mimpi 
Boro-boro punya ilmu tinggi untuk mengibuli
Buku pun jarang kubaca, tak bungkam hamba

Bahkan, meski tiap bait yang kutulis disebut sampah
Dan penghasilanku tak cukup mencukupi orang-
Orang di rumah, aku akan tetap bersuara dari
Kamar kecil yang atapnya bocor dan basah 
Walau terkadang delusi mampir lagi 
Sampai aku rasanya ingin mati 
Tapi kenapa pula buru-buru 
Toh kumpulan babi
Belum diadili serta 
Penyair favoritku
Belum dapat
Keadilan