Kita tidak perlu janji besar
Cukup duduk berdua di teras sore
Menyaksikan matahari pamit perlahan
Tanpa kata tanpa rencana panjang
Kau bercerita tentang hari yang biasa
Aku mendengarkan dengan hati yang lapang
Tak ada debat siapa benar siapa kalah
Hanya tawa kecil yang menenangkan
Di meja sederhana, secangkir the dan roti hangat
Menjadi saksi bahwa bahagia tak harus megah
Kita tumbuh bukan dari kata manis
Melainkan dari keikhlasan yang tak bersuara
Cinta kita tidak berisik
Namun hadir dalam menatap
Dalam sabar menunggu
Dan dalam diam yang penuh pengertian
Damai bukan karena dunia sempurna
Tapi karena kita memilih untuk tidak berperang
Dalam kesederhanaan ini
Aku menemukan rumah di matamu yang tenangÂ
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Damai di Tengah Kesederhanaan
![[PUISI] Damai di Tengah Kesederhanaan](https://image.idntimes.com/post/20230426/pexels-oleksandr-pidvalnyi-320007-f1cb6b205e1834d4b9ff40b171ef084a-fffc5829a5da21e024b4beb409002341.jpg)
Ilustrasi kesendirian yang damai (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
Editorial Team
EditorNabila Inaya
Related Article
[PUISI] Perkara Jatuh Cinta17 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Terlalu Serius pada Sebuah Kebetulan17 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Topeng-topeng di Keramaian16 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Di Antara Puing Harapan16 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Barangkali Menyerah Juga Bentuk Keberanian16 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Terlalu Banyak16 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tentang Hari Esok yang Belum Tiba15 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Mimpi dengan Alur yang Padat15 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Aku Hanyalah Rapuh yang Terpendam15 Oct 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Napas Kecil di Tengah Asap15 Oct 2026, 07:25 WIB
[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar15 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bahagia Sebesar Remah Roti14 Oct 2026, 22:22 WIB
[PUISI] Ketika Takdir Menghunuskan Lara14 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Jika Awan Sudi14 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Setelah Lelah, Apa yang Tersisa?14 Oct 2026, 17:57 WIB
[PUISI] Rumah Bernama Ibu 14 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mengira Singgah sebagai Rumah14 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi13 Oct 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Debu Diatas Kelopak13 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pesona Bentala Memahat Pemikat Nirwana13 Oct 2026, 10:07 WIB