Di antara kursi merah merona
Duduk di tengah-tengah kumerana
Seorang diri bak dunia milikku saja
Jaket bulu senada warna kursinya
Sekilas terlihat bak puan berkepala
Jua leher tanpa tubuh lengkapnya
Cahaya mulai meredup sebagai tanda
Film telah dimulai sesaat kududuk santai
Mencari senang setitik untuk diriku yang lihai
Memainkan peran di panggung sandiwara
Selama tiga puluh satu tahun lamanya
Sorot mataku yang kosong melompong
Merekam setiap adegan film di layar kaca
Tanpa melontarkan secercah pun komentar
Di lisan jua di lubuk hatiku ini telah tertelan
Dalam lautan kenikmatan hiburan semata
Enggan menyeret ke alur kehidupan nyata
Karena, sekali aku kedipkan sebuah fakta
Dari detik pertama filmnya mengudara
Duniaku kacau balau tanpa aba-aba
![[PUISI] Dari Detik Pertama Film Mengudara](https://image.idntimes.com/post/20250427/pexels-photo-7991394-c05da5ed068e33d4cd830d385e226024-e76ea5db05f9abc24dc40d3b1b03da09.jpeg)