Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Detak yang Riuh
ilustrasi cahaya matahari yang menembus sela dedaunan (unsplash.com/kaip)

Tak ada petir di langit biru
Namun dadaku gaduh bertalu
Barangkali bukan rasa yang semu
Melainkan kau yang hadir di hadapanku

Satu sapa yang kau sematkan
Menjelma gema di sepanjang ingatan
Sesederhana senyum kau lepaskan
Seramai itu hati merayakan

Aku tak pandai menyusun kata
Saat matamu singgah di mata
Hanya debar yang kian terasa
Sementara napasku tertahan seketika

Bila perasaan memiliki bunyi
Mungkin ia akan seperti ini—
Riuh, hangat, memenuhi diri
Pelan menetap di dalam hati
Sejak kau ada di sini
Hatiku tak lagi tahu cara kembali sunyi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team