Tak ada petir di langit biru
Namun dadaku gaduh bertalu
Barangkali bukan rasa yang semu
Melainkan kau yang hadir di hadapanku
Satu sapa yang kau sematkan
Menjelma gema di sepanjang ingatan
Sesederhana senyum kau lepaskan
Seramai itu hati merayakan
Aku tak pandai menyusun kata
Saat matamu singgah di mata
Hanya debar yang kian terasa
Sementara napasku tertahan seketika
Bila perasaan memiliki bunyi
Mungkin ia akan seperti ini—
Riuh, hangat, memenuhi diri
Pelan menetap di dalam hati
Sejak kau ada di sini
Hatiku tak lagi tahu cara kembali sunyi
![[PUISI] Detak yang Riuh](https://image.idntimes.com/post/20260730/kai-pilger-6ecbry8x3wm-unsplash_ea8bc2ce-bcf6-49fc-b025-404ba781c894.jpg)