Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Merawat Harapan di Tanah Gaduh

1 min read
[PUISI] Merawat Harapan di Tanah Gaduh
ilustrasi orang sedang berdiri menatap langit mendung (magnific.com/vecstock)
Share Article

Di tanah yang gaduh, suara-suara berkejaran
Sirene memecah malam, layar ponsel terus menyala
Kabar buruk jatuh seperti hujan yang tak sempat reda
Sementara kita menggenggam esok dengan tangan gemetar

Di trotoar, langkah-langkah pulang membawa lelah 
Asap kendaraan menggantung di antara gedung-gedung
Wajah-wajah muda menatap langit yang kelabu
Menyimpan cemas di balik senyum dan notifikasi yang tak pernah diam

Namun, di sela retak trotoar sehelai rumput tetap tumbuh
Hijau kecilnya menolak kalah oleh debu dan bising kota
Seperti doa yang diam-diam kita rawat setiap malam
Meski tak tahu kapan pagi benar-benar membawa jawaban

Maka biarlah harapan menjadi api kecil di dada
Kita lindungi dari angin yang datang membawa putus asa 
Sebab perubahan kadang bermula dari langkah yang nyaris tak terdengar
Dari tangan yang tetap menolong dan hati yang memilih percaya

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team