Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Diary Patah Hati

[PUISI] Diary Patah Hati
ilustrasi menulis diary (pexels.com/JESHOOTS.com)

Kidung malam berkumandang
Mengguncang jiwa dalam bayang
Rasa tenang yang dihadirkan
Membuat air mata jatuh bercucuran

Entah karena kesunyian malam
Atau karena sanubari ini sudah terhujam
Rasa tertekan yang tersimpan lama
Menyeruak keluar bagai badai dusta

Ku tumpahkan semua emosi ke dalam sebuah tulisan
Ku teriakan isi relung hati yang selama ini tersimpan
Rasa yang tertahan mulai tumpah ruah
Ya, diary patah hati ini penenang jiwaku yang mulai merapuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction