Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Disaksikan Langit Kelabu

[PUISI] Disaksikan Langit Kelabu
ilustrasi awan kelabu (pexels.com/Pixabay)

Di bawah langit kelabu yang muram 

Kita duduk diam dalam sunyi yang beku

Awan menggantung tanpa harapan

Menjadi saksi rindu terucap pilu

 

Angin berbisik lembut di antara dedaunan

Membawa cerita yang tak pernah selesai 

Kita menatap jauh namun tak berani melangkah

Seakan langkah-langkah kita hilang dalam kabut yang memisah 

 

Waktu berlalu namun kita tetap diam

Disaksikan langit yang tak pernah menjawab

Hanya ada kita dan keheningan yang abadi 

Dalam dunia yang perlahan menjadi sunyi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maftukhatul Azizah
EditorMaftukhatul Azizah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Nyanyian Sunyi untuk Rumah Lama

01 Apr 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction