Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Dua Mata Terpejam
Ilustrasi Puisi Dua Mata Terpejam (pexels.com/José Luis Photographer)

Kita terlalu banyak meraba
dengan dua mata terpejam
bertanya di mana arahnya
dan harus menuju ke mana
sebab buta akan arah jalan

Kita terlalu serakah berharap
bahwa jawaban digenggam
sempurna, seperti angan
padahal rapuh memperingati
akan dobrakan kencang

Sadarlah, kita ini manusia
dengan segala keterbatasan
berusaha menjadi paripurna
padahal usaha itu beriringan
dengan berserah diri, ikhlas

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team