Kita terlalu banyak meraba
dengan dua mata terpejam
bertanya di mana arahnya
dan harus menuju ke mana
sebab buta akan arah jalan
Kita terlalu serakah berharap
bahwa jawaban digenggam
sempurna, seperti angan
padahal rapuh memperingati
akan dobrakan kencang
Sadarlah, kita ini manusia
dengan segala keterbatasan
berusaha menjadi paripurna
padahal usaha itu beriringan
dengan berserah diri, ikhlas
![[PUISI] Dua Mata Terpejam](https://image.idntimes.com/post/20260828/pexels-joseluisphottographer-6607354_79cb8610-57b0-468d-94f6-3a7aea23c349.jpg)