Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Perbincangan Kala Itu

[PUISI] Perbincangan Kala Itu
ilustrasi dua orang yang sedang berbincang (pexels.com/Mike Jones)
Share Article

petang kian luruh

kita diam-diam merangkai retorika

dari sunyi yang tanggal

cangkir-cangkir keramik menampung leleh waktu

sementara renyah kata menjelma gema

di antara kepul aroma sangkar kenangan

engkau mengeja takdir pada riak wacana

menautkan ragu yang bersandar di celah jemari

aku, hanya penafsir yang tersesat di semak silogisme

menghirup desah prasangka

yang berteduh di bawah naungan takwilmu

kala itu, hembusan angin adalah metabahasa

menatap riwayat yang urung usai dilipat

ada jerit gundah yang tertimbun rapi

di balik retorika dan tawa teaterikal

menyisakan jelaga puitis pada dinding ingatan

lalu malam mengetuk tanpa perantara

meleburkan perbincangan menjadi puing kiasan

kita pun beranjak, membawa potret percakapan

yang tak pernah benar-benar selesai dieja

meninggalkan dua cangkir dingin

dan sebaris bisikan yang abadi menjadi rahasia

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team