Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Dunia Terasa Bukan Surga Lagi
ilustrasi bencana alam (pexels.com/Read Once)

Binar yang kau pandang terang
Kini memudar malang
Setelah peristiwa kemarin petang
Saat mimpi-mimpi tak lagi bisa terbang
sebab situasi merenggut paksa tanpa bayang
dan habis sudah energinya untuk menang

Tak lagi ku hiraukan teriakan orang
Sebab isi kepala sudah ramai 
Tak lagi ku hiraukan tusukan pedang
Sebab isi hati sudah terbantai

Angan-angan yang pernah disusun rapi
Perlahan runtuh tanpa menyisakan puing
Remahnya dimakan tanah
Tak lagi berwujud indah
Semua menyatu bersama darah
dan sisa-sisa tubuh yang terbujur pasrah

Dunia terasa bukan surga lagi
karena manusianya yang tak lagi punya hati
Dunia terasa bukan surga lagi
karena indahnya direnggut paksa tanpa permisi
Dunia terasa bukan surga lagi
karena tenangnya tak lagi bisa dirasa setiap hari

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team